sejak dulu, sejak saya mengenal "maksud" para 'pemancing', sampai saya benar2 kacau tentang maksudnya...yang jelas ada seni dalam memancing. dari memancing kita tahu ikan mana yang menyentuh kail kita, selain melatih kesabaran kita dalam menunggu kail dimakan. mengetahui kepastian saat melihat 'takdir' ikan mana yang sedang menyentuh dan makan umpan kita, menguatkan keyakinan kita tentang usaha dan perjalanan 'takdir'. maka jangan heran kenapa para pemancing enggan membawa pulang hasil pancingannya, karena mendapat banyak ikan bukanlah satu2nya tujuan, kecuali jika para pemancingnya adalah berprofesi kerja sebagai pemancing ikan. sebuah kesenangan dan kepuasan, cukup menjadi bayaraan pengganti atas besarnya biaya yang telah dikeluarkan demi memancing. lebih dari itu...memancing yang hanya bermaksud ingin mengetahui 'takdir' ikan mana yang menyentuh umpan kail 'saya', tak selalu diakhiri dengan memakannya. wallahua'lam
Sabtu, 15 Desember 2012
Rabu, 05 Desember 2012
extraordinary activity
![]() |
filantropi lokal
yang penting maksudnya untuk mencipta daya tahan berbasis kelompok...dulu pernah kepikiran bagaimana caranya punya komunitas yang mampu berproduksi dan memperpanjang rantai produk berputar-putar hanya dalam basis komunitas...
transaksi berjalan...menciptakan keberlangsungan, bisa berupa rantai pangan, rantai ekonomi, manfaat yang diharapkan memperketat uang yang menguap dari rantai komunitas...
jika satu komunitas ada penggiat penanam pangan..ditransaksikan untuk makanan ternak si penggiat ternak...hasil sampingan ternak berupa pupuk di transaksikan untuk mengolah kembali penggiat tanaman...contoh lingkaran ini mudah2 an semakin besar, dengan diisi banyaknya macam penggiat-penggiat lainnya. kapan2 siklus sederhana ini akan terwujud dalam komunitas yang diidamkan...mandiri dan berdaya tanpa banyak ketergantungan yang disengaja dibalik modus cari laba.
saya memilih membahas filantropi gaya ini, daripada model "galang kedermawanan" yang ditujukan untuk "bantuan". walaupun diembel-embeli "sustainable" pun (gak usah sebut judul dan merk ya...). saya terlanjur menghapalkan "bantuan itu tidak mencerdaskan" dalam situasi normal, lain kalau disituasi "khusus". boleh lah pemahaman saya di"rujuk"an senyampang konteksnya "bagaimana ada yang terbantu"...
menata nalar; tapi bagaimana ya mengawali...kalau saya tetap tidak punya pikiran lain...setiap tanggal muda pasti daftar belanja sudah menunggu...semoga anakku kelak tak mewarisi ini...model shoping list...tinggal comot...memang instan dan mudah...tetapi tak pikir memang tidak ada aset sesunguhnya yang didapat dari berperilaku hidup model ini...beda kepentingan dengan itu yang menyediakan produk dan jualan karena sedang "mengamankan pasar".
saya juga hapal kalau jawaban pertama dari keluh kesah memulai kreatifitas apapun mesti modal... fasilitas...kebiasaan menemukan kekuatan dan keberdayaan memang belum menjadi tradisi lingkungan hidup saya...
general mapping...sering hanya menghasilkan data-data...sekian banyak...untuk menghubung2kan data berupa angka-angka mati itu juga masih kesulitan...butuh ketrampilan dan asah kepekaan katanya...setidaknya akan saya mulai lagi...rasanya umur ini sudah semakin tua...banyak gagasan yang kurasa baru...padahal kemana saja aku dulu berkelana...ha ha ha. slm
Langganan:
Postingan (Atom)