Jumat, 29 April 2016

Neo iklan-baris

Pasti, kita mafhum dengan istilah iklan baris. Iklan dikoran dengan space minimalis dan menggunakan singkatan "pasaran". Pembagian kolomnyapun juga mengena. Ada kolom otomotif-motir, kolom rumah, tanah dan properti, kolom lowongan pekerjaan. Semua memiliki sub kolom lain-lqin guna mengakomodir iklan yang menampilkan barang atau jasa diluar "mainstream". Ini semua membicarakan iklan baris ala koran, ala jaman dahulu, jaman moncer2 nya media cetak.
Dalam era internet sekarang, iklan baris telah mewujud dalam web/ blog jual-beli. Rerata semuanya menampilkan design iklan baris. Menjadi sebuah toko online swalayan jasa. Penyedian iklan bukanlah penjual, bahkan sekarang tidak dibiayai oleh penjual, alias gratis. Lalu aku berfikir jika kepesatan media bertemunya penjual dan pembeli berupa jual beli online ini mampu menyisihkan para makelar ataupun para penipu abal2...kesadaran pembeli akan resiko transaksi online, dan mekanisme pasar yang terjadi secara otonatis akan menyaring dengan sendirinya eksitensi penjual yang bonafid dan 'betulan', dan mampu menghukum para penipu, dengan cara hilangnya kredibilitas diri sebagai penjual terpercaya.
Permasalahan membangun kepercayaan inilah yang menjadi ujung penentu keberhasilan pertarungan pasar on-line sekarang ini. Penjual terpercaya akan diuntungkan oleh model kerja mesin pencari on-line dan komunitas pasar online itu sendiri.

Labels