Sabtu, 05 Januari 2013

DREAM SCOUT 1

saat itu tahun 2001 bulan juli tanggal akhir....dreamscout (DS) menginjakkan kakinya untuk pertama kali di tanah penimbaan ilmu.."STAIN Tulungagung" satu2 nya perguruan tinggi negeri di kabupaten tulungagung...saat itu Jl. mayor Sujadi Timur tidak seramai sekarang...dan mulai bersemi relawan-relawan NGO-NGO yang di gawangi mahasiswa2 tua dari tempat no. alamat 46....STAIN Tulungagung yang ...moment saat itu 3 tahun pasca lengsernya Presiden Soeharto tahun 1998. yang dikenang dengan prasasti "REFORMASI". hawa pertarungan ide dan pergerakan massa dalam mendengungkan demokrasi sangatlah lantang dan kencang....sehingga mahasiswa memiliki cap "pemuda kritis" yang patut didengar ide-nya...me-landing-kan "tuntaskan Agenda Reformasi", dengan seluruh isu dampingannya...demokrasi, supremasi hukum, keadilan pembangunan, transparansi, reformasi birokrasi, gender, free market idea....dan sebutan-sebutan lain yang masih awam bagi "DS"

Dengan penuh ketakjuban DS melangkahkan kakinya memasuki sampai 200 meter kedalam kampus..mencari tempat yang dituju...sampai pada lokal ujung utara bertuliskan "TEMPAT PENDAFTARAN MAHASISWA BARU"

DS berlatar belakang bukan kalangan ber-UANG...STAIN Menjadi pilihan terakhir dia untuk dapat melanjutkan studi di Perguruan Diri, itupun dia melakukan niatnya untuk tetap menuntut ilmu tanpa sepengetahuan orang tuanya...pikirnya.. orang tuanya tak mungkin merestui niatnnya karena biaya memang alasan kuat untuk tidak meng-kuliah-kan anaknya...saat itu setelah sholat Magrib Sang Bapak memanggil Dreamscout untuk berbincang di teras rumah, sambil memandang kearah jalan depan rumah.
"duduklah...duduk di dekatku...aku mau sampaikan sesuatu untukmu..."

Setelah agak sekian detik DS menunggu apa yang akan disampaikan Bapaknya...

"anakku...
setamat SMU ini kamu sudah berumur 18 tahun...
usia dewasa sudah ada padamu...
ayahmu sudah tidak ada kewajiban untuk terus membantumu...
berdirilah dengan kakimu sendiri...dengan kemampuanmu yang sudah aku bimbingkan selama ini...
Bapakmu ini...sudah tidak mampu untuk membimbing engkau lebih lagi...
Agama kita..tidak mewajibkan untuk kuliah...tuntutlah sendiri ilmu sekuatmu..itu Ajaran Agamamu,,kalau kau belum mendapat kerja...bantulah ayahmu kepasar..sambil kau belajar berjualan...suatu saat lanjutkan kerja bapakmu ini"

Dengan muka tertunduk dan berkaca-kaca... DS tak mampu mengeluarkan kata sepatah katapun...kecuali.."Nggih Pak..." menjadi satu2nya jawaban DS dan penutup perbincangan malam itu.....

pengakuan rasa sayang pada orang tua dan kepatuhan atas nasihat orang tua selama ini menancap dalam dada DS...haru dan sedih baur menjadi satu...sadar selama ini dia hanya minta uang...sadar selama ini dia selayaknya sudah dewasa...sisi lain dia tetaplah pemuda yang punya keinginan...bayangan keinginan untuk seperti teman2 nya yang ceria mengambil formulir mendaftar ke PT favorit...tanpa keluh kesah  biaya...mereka kawanku yang "mbelis", nakal, gak punya sopan santunpun lebih beruntung....ada kesempatan melanjutkan studi...silih berganti dalam banyangan DS...sampai dalam kamarpun ia tak mampu memejamkan matanya....ada rasa bergejolak dan ingin berontak...atas Nasib ini...terlampau jauh...sampai ia merasa liar...Sial hidup dalam keluarga pas-pasan...jiwa menggugat atas keadilan tuhan..."kurang apa aku...sehingga aku harus menderita dan hidup susah ini"..."aku rajin sholat...aku rajin mengaji yang tak satu malampun aku melewatkannya untuk kesia-siaan...Dunia memang TIDAK ADIL!!!.."

Sesempit itulah pikiran DS saat itu sampai ia lupa kapan tepatnya...terlelap dalam tidur yang ia nanti2 kan dan berharap esok ada perubahan...setidaknya ada malaikat keberuntungan dalam mimpinya yang memberi petunjuk dalam kegalauannya...

Setelah menjadi pemalas di hari2 setelah perbincangan malam itu...DS terlalu murung dan banyak berdiam diri di dalam kamar...pusing...tak ada keajaiban datang yang dia impikan...merubah nasibnya seketika....tiba-tiba...!!!!...
DS teringat brosur yang dia masukan dalam tas...brosur itu dia dapatkan diperpustakaan SMU nya dulu....dia penyuka buku..hampir semua buku perpus SMU pernah dia pinjam...
Dan kata-kata yang paling Ia Ingat dalam brosur itu adalah:
"BIAYA PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STAIN TULUNGAGUNG Rp.50.000,-"

"Ya aku punya uang segitu...uang yang aku sembunyikan di bawah kasurku ada Rp. 55.000,- cukup untuk naik Bus ke STAIN yang Rp.750,-dari rumahku"
lekas dicari dan dibacanya brosur itu...setelah memastikan isinya, dia berencana dalam hati

"Besok Pendaftaran Terakhir, Pagi hari aku akan mandi seperti dulu aku berangkat ke SMU setelah subuh untuk mendapatkan gratisan naik kereta api pagi ke Tulungagung, ya naik kalau naik Bus Turun Plosokandang...anak sekolah bayar Rp.300,-Tarif Umum 750,-aku tahu persis karena 3 tahun sekolah naik kereta dan pulang naik Bus...tak ada sepeda motor"
Benar sekali Pagi Jam Delapan DS bersiap dengan seluruh persyaratan Legalisir dan sisa foto yang dia punya, masuk dalam tas...dan mencari Bapaknya yang jam segitu pasti dibelakan rumah untuk sekedar bersih2.

"Bapak...Nyuwun Pandinganipun...Kulo Mboten Nyuwun Daftar Kuliah teng Suroboyo...Kulo Ajeng Daftar Teng STAIN Tulungagung, biayanya 50.000,- kulo wonten yotro...pun to njenengan iya ni budal...kulo mboten nyuwun sangu"

lantas Ayahnya yang dicium tangan pamit anaknya berujar

"Bapakmu Gak iso biayai...lek niatmu panggah golek Ilmu...budal o...le..tak idzin i....lan lek wayah bayar neh..aku ra sanggup"

"Pun to..sing penting njenengan idzin i...perkawis mbayar..nopo uang gedung...pikir mbenjing..lek mboten kiat nggih leren mawon...sing penting kulo pun daftar..mbayar 50.000" sambung DS...

"yo wis budal o....brokallahu lak..." tutup ayahnya....

Gotha..!!Dengan setitik harapan...mampu membuat hati DS semangat bukan main...semangat untuk mengarungi hidup hari ini....go..go..go....rasanya hilang sudah kegalauan kemarin2...malaikat telah hadir dihatinya...membawa kabar gembira...tidak terbersit lagi Menggugat keadilan Tuhan atas "lakon" nasibnya...tetapi sungguh agama benar...tak harus iri dengan pemuda seumuran "mbelis" yang selalu beruntung kelihatannya...

"Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman (QS: 2:97).

*Berikutnya...bagaimana ia belajar...menimba ilmu...memahami perjalanan hidup...dan jadi apa dia sekarang...apa capainnya kedepan...akan disambung lain waktu...di kesempatan berikutnya....tanggapan dan komen-nya bro.....thank's untuk Admin..

Labels