Senin, 28 Maret 2016

Terlalu cinta

Kata ini sangat jelas kudengar saat usiaku 25 tahun. Saat kami kalah dalam pertarungan perebutan pimpinan organisasi kemahasiswaan...ah sungguh menghabiskan pikiran dan tenagaku...kekalahan saat itu seolah menjadi akhir semua perjalanan dan perjuangan ku saat itu...ditambah pupusnya suport dari senior senior kami untuk tak terlalu larut fokus dalam ketidakpastian dan kekalahan yang kami alami. Tepatnya dia membela diri dan mencoba menenangkan ku dengan ucapan sakti itu...
"Sekarang entahlah, kenapa aku tidak bisa, aku ya senang, tapi tak terlalu cinta..." kata-kata terakhirnya terdengar sumbang menurutku. Bagaimana tidak...dia dulu yang mengajakku untuk menjadi kader militan,...dia dulu yang memamerkan kepadaku persembahannya sebagai kader inti penjaga organisasi..dan aku belum lupa bangganya dia dulu saat mengucap "organisasi ini kalau tidak ada kami (aku) sudah pasti ambruk, bubar".  Ini menegaskan betapa ia mencintai organisasi kami, dan betapa ia dengan sukarela mengabdikan dirinya dan tumbuh eksis bersama ideologi yang diyakininya. Dan sekarang kau mengajak ku untuk melupakannya, kau mengajak untuk mengurangi rasa cinta itu. Bahkan kau mencoba meniadakan kenangan indah yang penuh kesengsaraan dan memang basa-basi itu kepadaku. Kadermu yang bingung mau berbuat apa. Belum cukup mengerti untuk melihat dunia lain karena sibuk kau ajari ini kebenaran tunggal sepenuhnya, tempat satu2nya untuk kebesaran kita nanti. Iming2 kejayaan yang masih dalam wacana dan cerita2 yang akan kita buat nanti.
.hahahaha....bagaimana mungkin aku telah membuang seluruh kelelahanku. Aku telah habis 8 semester dikampus ini, dan belum ada niatan mengakhiri studiku ini, karena aku salah menduga di kegiatanmu aku akan bisa menjadi orang hebat....hahahahaha...aku telah menjadi bingung bagaimana mencari lagi jalanku yang telah lama ku tinggalkan...suasana kampungku yang coba kubuang demi pemikiran baru, cara baru, perubahan yang kudongengkan dalam pikiran kacauku....hahahaha....aku telah salah...salah menerima baiatmu yang ternyata kau juga ragu atas baiatmu...terhadap dirimu, tujuan dan cita2 mu....sama2 mencari dan cenderung palsu. Slm

Labels