Selasa, 24 Februari 2015

Alia Bhatt dan Film Hindia


Film Hindia sudah mengalami pasang surut rating di media Indonesia. kisaran 1995-an, tahun 2005, dan sekarang tahun 2015. mungkin setiap 5 tahun produksi bollywood selalu mengalami masa puncak. dengan siklus 5 tahunan, untuk pemirsa Indonesia. Kembali kejudul-fokus kita saat ini. Alia Bhatt, Huh…cantik sudah tentu, tapi menurut saya bintang muda insan perfileman lingkar bollywood ini  telah membuktikan produktifitas karyanya lewat movie yang terus rilis mulai tahun 1999 sampai sekarang. Saya mencatat 4 film yang telah mengangkat namanya sejajar dengan aktris bollywood papan atas. Disinilah pergeseran cara pandang produser terjadi, saat Alia belum tenar, dan dipasang sebagai aktris utama, ternyata mampu mengangkat film yang dia lakoni. Munculah bintang baru yang menggeser paham kesuksesan film india sangat banyak ditentukan oleh ketenaran pemainnya. Judul Movie itu antara lain; Student of the year, Highway, 2 State, dan Humty sharma Ki Dulhania. Dara kelahiran Mumbai 15 maret 1993 ini menurut saya mampu menyentuh penikmat film dengan totalitas main-perannya.  Setelah menonton filmnya perasaan memikir dan terbayang ulang tentang alur cerita, selalu saya dapati di filmnya. Puncaknya saat menonton Highway, suguhan alur cerita yang sederhana dan realistik telah menyadarkan saya, model cerita romantic-drama yang mengena pada penonton. Dan film drama dalam produksinya saya membayangkan lebih efisien propertynya dibanding film action. Sebagai imbangan tetap saja film-film india banyak model kolosal saat sesi bernyanyi...dan di film Highway ini tidak terjadi. Salut untuk Alia Bhatt. Aku merindukan karyamu di 2015 ini. Tulisan ini wujud dari telusuran situasi film dan drama dari India menjadi favorit lagi di Indonesia, setelah sekian tahun tidak laku, dan terbukalah kran buntu itu, bebarengan diputarnya serial Mahabarata, Jodha Akbar dan, King Sulaiman, dll di televisi Indonesia menuai rating tinggi. Hindiholic effect awalnya, lalu ketemulah si Alia Bhatt sebagai sosok yang patut diapresiasi karyanya. Indonesia sendiri, semoga segera mengadaptasi situasi ini untuk menggeliatkan insan perfilman Kita.slm

Labels